Sabtu, 10 September 2016

DRUM BLEK MENJADI KESENIAN SALATIGA YANG MENDUNIA

          Drumblek (marching blek) MENJADI
KESENIAN SALATIGA YANG MENDUNIA
 
Seorang gadis, berwajah cantik, body langsing dan berkulit mulus tengah melenggak-lenggok sembari memainkan tongkat mayoret yang terbuat dari perpaduan kemucing serta pernak-pernik lainnya. Sementara di belakangnya, ratusan remaja yang menabuh instrumen terus mengiringinya.

 
Ya, mereka memang grup marching band yang tengah beraksi di tengah terik matahari. Mayoret Drumblek sedang beraksi, seperti galibnya marching band, selain memainkan lagu-lagu yang menghentak sepanjang perjalanan, mereka juga mengenakan kostum serbaheboh. Setiap mereka turun ke jalan, praktis ribuan warga Salatiga mengelu-elukan kehadirannya. Anak-anak muda yang sarat kreativitas itu menamakan dirinya sebagai grup Drumblek.
  

Kenapa disebut Drumblek? Karena peralatan yang digunakan merupakan drum bekas, jirigen mau pun alat-alat lain yang difungsikan menjadi alat musik.
Bagi masyarakat yang  tinggal di sekitar kota Salatiga, pastinya sudah tidak asing lagi dengan kesenian yang lahir dari kota salatiga yaitu drumblek, drumblek adalah salah satu kesenian yang lahir karena adanya akulturasi dari genre genre music yang ada di daerah salatiga , bedanya hanya drumblek ini adalah salah satu kesenian yang  kreatif karena drumblek menggunakan tongbekas,blek bekas ,tong kecil bekas dan barang bekas lainnya.
       Anggota drumblek kita harus pandai merangkai nada,mengombinasikan berbabagai alat musik dari barang barang bekas diatas ,dan merangkai melodi agar menjadi alunan musik yang membuat kita senang saat mendengarkanya, selain kolaborasi musik yang dipertontonkan drumblek biasanya juga menampilkan koreo atau tarian yang indah dari para penari drumblek atau bahkan sampai pemusiknya juga. Nah, dari kombinasi koreo dan musik inilah yang menjadikan drumblek menjadi sesuatu yang enak di dengarkan dan sangat cocok untuk menjadi kesenian dalam festival atau karnaval. 

                                             
    
"Drumblek",Marching Band Tradisional Salatiga makin hari semakin berkibar, berkembang  hingga merembet ke desa-desa di wilayah Kabupaten Semarang. Dalam tempo tiga tahun terakhir, telah terbentuk puluhan grup yang memiliki penampilan ciamik..
            Beberapa grup yang dulunya sempat berjaya, akhirnya dihidupkan lagi. Apalagi melihat pertumbuhan grup Drumblek di desa-desa Kabupaten Semarang yang letaknya berada di perbatasan Salatiga, mereka semakin terpacu untuk bangun dari tidurnya.     

         Saat ini, hampir setiap desa di Kabupaten Semarang yang lokasinya dekat dengan Kota Salatiga,  telah memiliki grup Drumblek sendiri. Bahkan, tak jarang dalam kompetisi Drumblek mereka kerap menyabet juara satu. Bahkan, terkadang di salah satu desa, contohnya Desa Sumber, Kecamatan Suruh mempunyai grup Drumblek lebih dari satu group. Didukung oleh kepala desanya masing-masing, mereka kerap tampil di berbagai hajatan. Drumblek dari Nobo salatiga Meski drumblek-drumblek tersebut dibentuk di wilayah Kabupaten Semarang, mereka tak segan bergabung di Komunitas Drumblek Salatiga (KDS).    


Total anggota yang tergabung di KDS hampir mencapai 100 grup, 50 asal Salatiga sedang sisanya dari Kabupaten Semarang seperti Kecamatan Tengaran, Suruh, Tuntang dan Pabelan. Yang menggembirakan, sepertinya tidak ada persaingan negatif di antara mereka. Satu grup dengan grup lainnya saling memberikan suport, begitu pun ketika tampil di satu ajang kompetisi, mereka menjadi supporter pesaingnya. Heboh, tapi sehat. Kini pihak pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perhubungan & Pariwisata terus memberikan atensi penuh terhadap keberadaan Drumblek. Bahkan anggaran untuk pengadaan peralatannya juga selalu disiapkan guna mendukung perkembangan Drumblek di kota ini.  



Supaya drumblek tidak diklaim pihak lain, marching band tradisional tersebut hak patennya sudah diajukan sebagai kesenian asli Salatiga. Dalam wadah KDS, pengurusnya memiliki slogan unik, yakni dari Salatiga untuk Dunia. Mereka berharap, suatu saat nanti Drumblek mampu melanglang buana ke berbagai negara dan tampil dengan gegap gempita.   





Bagi yang ingin menyaksikan kehebohan mereka, silakan datang ke Salatiga saat digelar Karnaval atau Festival Drumblek tahunan tiap bula September di UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) Salatiga. Percayalah, Anda akan mendapat suguhan kolaborasi kostum, gerak, kelucuan, semangat serta instrumen yang memikat.





            

                                                     

                                          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar