KESENIAN SALATIGA YANG MENDUNIA
Seorang gadis, berwajah cantik, body langsing dan
berkulit mulus tengah melenggak-lenggok sembari memainkan tongkat mayoret yang
terbuat dari perpaduan kemucing serta pernak-pernik lainnya. Sementara di
belakangnya, ratusan remaja yang menabuh instrumen terus mengiringinya.
Ya, mereka memang grup marching band yang tengah
beraksi di tengah terik matahari. Mayoret Drumblek sedang beraksi, seperti
galibnya marching band, selain memainkan lagu-lagu yang menghentak sepanjang
perjalanan, mereka juga mengenakan kostum serbaheboh. Setiap mereka turun ke
jalan, praktis ribuan warga Salatiga mengelu-elukan kehadirannya. Anak-anak
muda yang sarat kreativitas itu menamakan dirinya sebagai grup Drumblek.
Kenapa disebut Drumblek? Karena peralatan yang
digunakan merupakan drum bekas, jirigen mau pun alat-alat lain yang difungsikan
menjadi alat musik.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kota Salatiga, pastinya
sudah tidak asing lagi dengan kesenian yang lahir dari kota salatiga yaitu drumblek, drumblek adalah salah satu
kesenian yang lahir karena adanya akulturasi dari genre genre music yang ada di
daerah salatiga , bedanya hanya drumblek ini adalah salah satu kesenian
yang kreatif karena drumblek menggunakan
tongbekas,blek bekas ,tong kecil bekas dan barang bekas lainnya.
Anggota drumblek kita harus pandai merangkai
nada,mengombinasikan berbabagai alat musik dari barang barang bekas diatas ,dan
merangkai melodi agar menjadi alunan musik yang membuat kita senang saat
mendengarkanya, selain kolaborasi musik yang dipertontonkan drumblek biasanya
juga menampilkan koreo atau tarian yang indah dari para penari drumblek atau
bahkan sampai pemusiknya juga. Nah, dari kombinasi koreo dan musik inilah yang
menjadikan drumblek menjadi sesuatu yang enak di dengarkan dan sangat cocok
untuk menjadi kesenian dalam festival atau karnaval.
"Drumblek",Marching Band Tradisional
Salatiga makin hari semakin berkibar, berkembang hingga merembet ke desa-desa di wilayah
Kabupaten Semarang. Dalam tempo tiga tahun terakhir, telah terbentuk puluhan
grup yang memiliki penampilan ciamik..
Beberapa grup yang dulunya sempat
berjaya, akhirnya dihidupkan lagi. Apalagi melihat pertumbuhan grup Drumblek di
desa-desa Kabupaten Semarang yang letaknya berada di perbatasan Salatiga,
mereka semakin terpacu untuk bangun dari tidurnya.
Saat ini, hampir setiap desa di Kabupaten Semarang yang lokasinya dekat dengan Kota Salatiga, telah memiliki grup Drumblek sendiri. Bahkan, tak jarang dalam kompetisi Drumblek mereka kerap menyabet juara satu. Bahkan, terkadang di salah satu desa, contohnya Desa Sumber, Kecamatan Suruh mempunyai grup Drumblek lebih dari satu group. Didukung oleh kepala desanya masing-masing, mereka kerap tampil di berbagai hajatan. Drumblek dari Nobo salatiga Meski drumblek-drumblek tersebut dibentuk di wilayah Kabupaten Semarang, mereka tak segan bergabung di Komunitas Drumblek Salatiga (KDS).
Saat ini, hampir setiap desa di Kabupaten Semarang yang lokasinya dekat dengan Kota Salatiga, telah memiliki grup Drumblek sendiri. Bahkan, tak jarang dalam kompetisi Drumblek mereka kerap menyabet juara satu. Bahkan, terkadang di salah satu desa, contohnya Desa Sumber, Kecamatan Suruh mempunyai grup Drumblek lebih dari satu group. Didukung oleh kepala desanya masing-masing, mereka kerap tampil di berbagai hajatan. Drumblek dari Nobo salatiga Meski drumblek-drumblek tersebut dibentuk di wilayah Kabupaten Semarang, mereka tak segan bergabung di Komunitas Drumblek Salatiga (KDS).
Total anggota yang tergabung di KDS hampir mencapai
100 grup, 50 asal Salatiga sedang sisanya dari Kabupaten Semarang seperti
Kecamatan Tengaran, Suruh, Tuntang dan Pabelan. Yang menggembirakan, sepertinya
tidak ada persaingan negatif di antara mereka. Satu grup dengan grup lainnya
saling memberikan suport, begitu pun ketika tampil di satu ajang kompetisi,
mereka menjadi supporter pesaingnya. Heboh, tapi sehat. Kini pihak pemerintah
Kota Salatiga melalui Dinas Perhubungan & Pariwisata terus memberikan
atensi penuh terhadap keberadaan Drumblek. Bahkan anggaran untuk pengadaan
peralatannya juga selalu disiapkan guna mendukung perkembangan Drumblek di kota
ini.
Supaya drumblek tidak diklaim pihak lain, marching
band tradisional tersebut hak patennya sudah diajukan sebagai kesenian asli
Salatiga. Dalam wadah KDS, pengurusnya memiliki slogan unik, yakni dari
Salatiga untuk Dunia. Mereka berharap, suatu saat nanti Drumblek mampu
melanglang buana ke berbagai negara dan tampil dengan gegap gempita.
Bagi yang ingin menyaksikan kehebohan mereka,
silakan datang ke Salatiga saat digelar Karnaval atau Festival Drumblek tahunan tiap bula September di
UKSW (Universitas Kristen Satya Wacana) Salatiga. Percayalah, Anda akan mendapat suguhan kolaborasi
kostum, gerak, kelucuan, semangat serta instrumen yang memikat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar